Investasi Bareng Teman atau Sahabat Untuk Bisnis Akankah Berhasil ?

Blog

TokoAndalan.com ~ Saat ini banyak anak muda yang mulai merintis usaha dari ide-ide kreatif mereka. Bisnis memang bisa menjadi lahan yang sangat menguntungkan bila Anda mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Apalagi jika bisnis tersebut dikerjakan bersama teman-teman, tentunya akan sangat menyenangkan. Selain bisa menyalurkan hobi bersama, Anda bisa makin merekatkan pertemanan melalui bisnis ini. Namun, berbisnis bersama teman bukanlah sesuatu hal yang mudah dilakukan. Banyak juga yang perlu diperhatikan. Misalnya, komitmen awal yang dibuat, modal, dan jenis usaha yang akan dikerjakan.

Membuka usaha bersama sahabat sendiri memang terdengar menyenangkan. Kesamaan ide, selera dan pikiran sering kali menjadi motivasi utama orang yang membuka usaha bareng teman atau sahabat yang memilih berwirausaha bersama sahabat sendiri. Bagaimanapun, membangun usaha dengan sahabat ternyata tidak semudah yang dipikirkan, lho. Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum melakukannya. Karena yang dipertaruhkan tidak hanya modal kamu, tapi juga persahabatan kamu. Investasi bareng temen itu sebetulnya banyak banget plus minusnya, sehingga banyak juga yang tidak berhasil membuka usaha bareng sahabat karena belum tau point-poin penting ini.

Untuk lebih memahamkan kamu tentang seperti apa itu yang dimaksud dengan inverstasi bareng sahabat. Berikut TokoAndalanmu menguraikan cerita. Cerita ini dibawah ini tidak bermaksud untuk menyinggung siappun ya guys. Murni sebagai penguat penjelasan artikel yang kami beri judul Investasi Bareng Temen Untuk Bisnis Akankah Berhasil ?

Pahrur Rozi Nasution, S. Kom yang telah lulus kuliah dari perguruan kenamaan dalam Negeri beserta Irma Marfuatus Sa’dia, S.E yang juga lulusan dari kampus yang sama adalah dua sahabat dengan minat yang sama. Fachri sapaan dari Pahrur Rozi Nasution, S. Kom. lama berkecimpung di dunia Konveksi Tas, sementara Irma panggilan dari Irma Marfuatus Sa’dia, S.E adalah seorang Marketing pemasaran dan Akuntan kenamaan. Keduanya kerap bertemu di insansi yang sama saat menawarkan jasa ke instansi tersebut. Sampai akhirnya terbersit keinginan untuk menjalankan bisnis bersama teman dengan melebarkan sayap Konveksi Tas tersebut juga sebagai sebagai konveksi sandal dan dompet. Perlahan tapi pasti, niatan tersebut terwujud. Apalagi keduanya memiliki resource dan klien yang pasti dan pastinya sudah mempunyai pengalaman dan skill di masing-masing bidang.

Fachri dan Irma pun memutuskan untuk mengajak dua orang teman mereka sebagai pemodal tambahan. Setelah urusan resource berjangka dari PT. Shoba Industri selesai, bisnis berjalan lancar. Pesanan pembuatan tas, dompet, sandal dan sepatu tak hanya datang dari kolega Fachri dan Irma tetapi juga dari usaha promosi mereka via media sosial dan media berbayar. Sehingga tidak mengherankan bila tidak sedikit juga yang datang dari luar negeri untuk memesan produknya mereka.

Namun belum sampai satu tahun berjalan, masing-masing orang mulai merasa tidak puas atas beberapa hal. Mulai dari pembagian keuntungan juga pembagian tugas dan tanggung jawab. Fachri sebagai penggagas usaha sekaligus pemodal terbanyak merasa dirugikan karena pembagian dipukul rata. Sementara kedua teman Fachri merasa Irma seharusnya tidak berhak mendapat pembagian profit yang besar karena perannya hanya sebagai finance dan Akuntan. Gambaran masalah di atas kerap dialami usaha yang baru berdiri. Pembagian modal dan kerja bisa menjadi masalah besar ketika kita mengajak teman untuk berbisnis. Apalagi, jika tidak ada kejelasan sistem di awal pendirian usaha. Inilah sedikit gambaran tatkala anda sebagai sesame teman ibgin membuka usaha bersama.

Memang berbisnis bersama teman memiliki risiko lebih kecil, tetapi membutuhkan banyak kompromi. Meskipun demikian, usaha patungan yang dikelola secara benar memiliki potensi untuk berkembang pesat. Banyak dari usaha tersebut yang akhirnya menjadi bisnis raksasa dunia, seperti Google, Microsoft, Apple dan juga Facebook. Itulah sederet bisnis raksasa yang awalnya dibangun bersama sahabat sendiri. Jadi bagi anda siapapun yang ingin membangun usaha bersama sahabat tidak ada salahnya. Namun, untuk meningkat potensi keberhasilan anda dalam membangun bisnis bersama sahabat, perlu kiranya anda simak poin-poin dibawah ini.

1.     Bisnis Bersama Teman = Bisnis Patungan.

Modal dan risiko dipikul bersama. Dalam bisnis bersama teman atau bisnis patungan, setiap orang berbagi setoran modal awal, dan tidak menanggung semuanya sendiri seperti dalam usaha milik pribadi. Karenanya, segala risiko usaha juga ditanggung bersama. Bisnis model ini sangat cocok untuk pemula yang tidak memiliki cukup modal tetapi ingin memiliki bisnis. Di awal, pembagian modal ini harus dijelaskan secara terperinci. Berapa persentasenya, apakah pemodal akan berperan aktif atau hanya pasif. Begitu pun modal yang bersifat tangible, seperti konsultasi kepakaran sampai pembuatan logo dan tagline, dapat diperhitungkan dan dimasukkan ke dalam persentase. Tidak ada aturan pasti, namun sebaiknya persentase tersebut merupakan kesepakatan bersama.

Jika para pemodal juga ikut mengelola usaha, bisnis akan semakin cepat berjalan karena ada pembagian tugas kerja berdasarkan keahlian masing-masing, misalnya ada yang mengurusi produksi, keuangan, dan pemasaran. Satu orang tak perlu memikirkan semuanya sendiri. Bersedia kerja sukarela. Setiap pemodal yang ikut terlibat dalam mengelola bisnis patungan biasanya mudah bersepakat untuk tidak mengambil gaji pada awal usaha – bekerja secara gratis – dan lebih fokus untuk memperbesar kas sampai keuangan perusahaan benar-benar stabil. Ini merupakan keuntungan jika dibandingkan bisnis sendiri, yang mana pemilik modal harus mengeluarkan gaji bagi semua karyawannya sejak mengawali usaha.

Bisnis yang dijalankan tim akan lebih cepat dikenal lewat jaringan pertemanan masing-masing pendiri, sehingga potensi untuk meraup pasar juga lebih besar ketimbang bisnis sendirian. Jaringan tidak hanya berguna dalam mencari pasar, tetapi juga dalam menambah sokongan modal, mencari penyedia bahan baku, dan merekrut karyawan atau tenaga kerja.

Kendala bisnis patungan

Kue laba tidak utuh. Karena merupakan usaha bersama, laba bisnis juga harus dibagi secara merata dan adil, bukan sepenuhnya milik pribadi seperti pada bisnis perorangan. Semakin banyak pemodal, maka potongan kue laba juga makin kecil. Biasanya, pembagian laba ini disesuaikan dengan persentase modal. Misal, si A menanamkan 50% modal pada bisnis, sementara si B dan C, masing-masing 25%. Maka laba dapat dibagi sesuai persentase tersebut. Kecuali, Anda memiliki kesepakatan untuk menggunakan 50% laba untuk diputar kembali menjadi modal. Begitu pula untuk yang memberikan modal tenaga atau keahlian, mendapatkan pembagian laba yang proporsional, tergantung kesepakatan di depan. Misalnya 50:50, jika hanya ada dua orang–pengelola dan penanam modal–terlibat di dalam usaha tersebut. Pembagian laba yang tidak adil bisa berpotensi menimbulkan ketidakpuasan dan kecemburuan, serta berbuntut pada pecah kongsi atau munculnya usaha saingan dari teman.

2.     Buatlah perjanjian kerja sama Serta Visi Misi Perusahaan Kedepan.

Membangun usaha sangat jauh berbeda dari kerja kelompok kuliah. Kamu dan sahabatmu harus terlebih dahulu menyusun perjanjian kerja sama kalian sebelum memulai usaha. Tidak sedikit usaha yang gagal dan berujung pada sengketa, bahkan memutuskan tali persahabatan. Untuk menghindari hal semacam itu, diperlukan lah perjanjian “hitam di atas putih” yang bisa berfungsi untuk mengatur pembagian keuntungan, jabatan, juga keputusan apabila terjadi hal-hal yang tak terduga. Jangan takut dianggap kaku atau perhitungan, karena hal itu memang sangat diperlukan. Jangan anggap sepele visi dan misi. Karena dalam sebuah usaha, visi dan misi yang akan mengantarkan arah tujuan usaha kamu dan temanmu. Menanamkan visi dan misi juga dapat membantu menjaga kekompakan kalian dan tentunya akan mempermudah kalian dalam menentukan keputusan bagi usaha kalian.

Satu komitmen, satu visi. Mencari partner atau kawan bisnis adalah urusan gampang-gampang susah. Selain punya karakter yang baik, ia atau mereka juga harus memiliki komitmen dan visi yang sama dalam menjalankan usaha dan apa yang ingin diraih dalam bisnis tersebut. Sebelumnya perlu disepakati model bisnis patungan, apakah semua pendiri akan terlibat mengelola bisnis atau satu orang dipercaya mengelola sementara yang lain pasif dan hanya mengawasi. Namun, dalam bisnis start-up–jika memungkinkan–pemodal sebaiknya juga aktif terlibat dulu di dalam tim, meskipun kendali usaha ada di tangan satu orang yang ditunjuk. Sedangkan, yang lain bisa membantu pemasaran. Dua atau tiga orang lebih baik untuk memulai bisnis daripada terlalu banyak orang.

Menentukan jenis usaha. Menentukan bisnis usaha sebaiknya mempertimbangkan keahlian, skill, atau pengetahuan setiap pemodal. Jika ingin membuka usaha kafe atau kuliner, sebaiknya ada satu orang yang benar-benar tahu atau punya pengalaman di bisnis ini. Atau jika ingin membuka gerai mode atau distribution outlet, sebaiknya ada satu orang yang punya pengetahuan up-to-date tren busana dan pernah menggeluti bisnis ini. Sebenarnya, hal ini bisa diatasi dengan menyewa orang yang ahli, tetapi akan menambah biaya bulanan untuk gaji yang tidak sedikit. Disarankan, memulai usaha yang Anda paham seluk beluknya atau tak salah jika memulai dari hobi. “Risiko gagal akan lebih kecil jika ada yang punya keahlian di bisnis tersebut.

Bagi modal sebagai kepemilikan. Ini merupakan bagian pokok yang tak boleh dianggap sepele. Dalam bisnis start-up, sebaiknya semuanya menanamkan modal usaha dengan besaran sama. Misalnya dua orang menyetor 50-50, untuk memudahkan kepemilikan usaha dan pembagian laba. Meskipun demikian, adapula jenis sharing tenaga, bukan kapital. Misalnya, orang ketiga punya keahlian menjalankan bisnis dan ikut bergabung. Hal ini bisa diterima, dengan konsekuensi pembagian laba yang disepakati di depan, apakah ia juga ikut memiliki usaha atau hanya mendapat bagi hasil saja. Namun model ini memiliki kelemahan dalam soal komitmen terhadap usaha. Orang yang hanya menyumbangkan tenaga biasanya tidak merasa ikut memiliki usaha karena tidak menanam uang. Kalau bangkrut ia tidak akan kehilangan apa-apa. Karenanya, untuk usaha pemula, sebaiknya semua pihak menanamkan modal agar merasa memiliki dan menanggung usaha bersama.

Pembagian tugas yang jelas di awal. Bisnis bersama teman adalah tentang siapa melakukan apa dan mendapat bagian berapa. Membicarakan semua hal di depan, dengan perjanjian kerja tertulis, sangat disarankan. Agar, bila ada masalah di kemudian hari, Anda dan rekan kerja dapat menggunakan dokumen tersebut sebagai acuan. Hal ini jelas dapat menghindari konflik, serta menjadi solusi atas masalah yang mungkin timbul.

Misalnya, si A menanam 30 persen modal, mengurusi produksi, mendapat gaji bulanan setelah bisnis berjalan enam bulan atau satu tahun, mendapat pembagian laba 30 persen. Atau ada yang hanya menanam modal saja tetapi tidak ingin terlibat operasional bisnis, misalnya, mungkin hanya mendapat bagi hasil saja tetapi tanpa gaji bulanan. Begitu pula yang lain, semuanya harus memiliki tanggung jawab dan reward yang jelas. Jika perlu, sepakati satu orang sebagai pemimpin yang diberi kuasa untuk memutuskan jika terjadi perdebatan sekaligus meredam ego para pemilik usaha.

3.     Pahami kepribadian dan kapasitas yang dimiliki sahabatmu.

Teman yang asyik diajak main belum tentu asyik diajak kerjasama, lho. Makanya, alangkah baiknya sebelum kamu memulai membangun usaha dengan temanmu, pahami secara baik kepribadian kalian satu sama lain karena membangun usaha hampir mirip dengan membangun rumah tangga. Kalian bakal menghadapi berbagai tantangan yang membutuhkan kekompakan kalian. Di samping itu, kamu juga harus bisa mengenal dengan baik kapasitas yang dimiliki sahabatmu. Apakah dia memiliki kemampuan dalam segi konsep, marketing, atau justru yang lainnya. Dengan begitu akan mempermudah kalian dalam membagi tugas masing-masing.

Saling menilai dan mengawasi. Meskipun rasa percaya pada teman cukup besar, setiap orang yang terlibat dalam bisnis patungan ini sebaiknya tetap mengontrol kerja temannya, melalui evaluasi mingguan atau bulanan. Masing-masing melaporkan apa yang sudah dikerjakan, kendala, dan kemajuan dalam bisnis mereka. Ini bagian yang sulit, karena sesama teman biasanya sungkan menilai dan mengkritik. Namun, cara ini penting dilakukan agar setiap orang mengetahui apa yang dikerjakan partnernya atau setidaknya menjaga masing-masing untuk tetap bekerja dengan profesional dan menekan risiko penyimpangan.

4.     Meskipun berteman, tetap harus bisa jaga profesionalitas.

Ini juga menjadi hal yang patut digarisbawahi. Meskipun status kalian adalah sahabat, namun kalian harus pintar menempatkan posisi masing-masing di berbagai situasi. Ada kalanya kalian menempatkan diri sebagai sahabat atau menjadi rekan kerja. Dengan begitu kalian tidak hanya dapat bekerja secara lebih efektif, tapi juga dapat menjaga persahabatan kalian. Sebaiknya, sempatkan waktu untuk quality time dengan sahabatmu sekedar untuk hang out dan berdiskusi santai demi melepas kejenuhan kalian. Tapi setelah itu, kembalilah menjadi profesional ketika kalian sama-sama sedang mengurusi usaha.

Terkadang, dalam bisnis bersama teman atau bisnis patungan, pembagian tugas tidak jelas karena kebanyakan hanya mengandalkan rasa percaya tanpa mempertimbangkan keahlian di awal dan malas mengevaluasi hasil kerja temannya. Rasa sungkan untuk saling mengawasi teman menyebabkan tidak ada kontrol dan bisa berujung bubarnya bisnis. Banyak kepala, banyak maunya. Ini salah satu kendala serius dalam bisnis bersama teman. Anda tidak bisa mengendalikan bisnis sesuai keinginan sendiri, apalagi jika semua partner bisnis adalah orang-orang yang berkarakter dominan dan punya ego yang tinggi. Dalam usaha bersama, setiap pemodal ikut memiliki perusahaan dan merasa berhak untuk ikut mengatur. Jika tak ada kompromi, bisnis patungan tak akan berumur panjang.

Memang tidak selalu mudah, tapi bukan berarti mustahil. Selama kamu yakin dan sudah memahami berbagai ketentuannya, bisa diharapkan usaha kamu dan sahabatmu dapat berjalan lancar. Semoga sukses!

 

                                                                                                   

 

 

 

 

 

 

 


;

Jangan sampai kelewatan tips & trick dan kabar promo dari kami

Bagaimana Memiliki Fokus Setajam Pedang dalam Berbinis

Tokoandalan.com ~ Dalam setiap kesempatan, cukup banyak orang yang menanyakan bagaimana cara untuk menjadi seorang pribadi yang dapat focus terhadap satu urusan. Terlebih bisa focus untuk menjalankan bisnisnya h read more

Apakah Facebook masih Menjadi Sarana yang baik Untuk Berdagang ?

TokoAndalan.com ~ Kami yakin, pastinya dari anda sudah mengetahui bahwa Facebook adalah sebuah layanan jejaring sosial yang berkantor pusat di Menlo Park, California, Amerika Serikat yang diluncurkan pada bulan read more

Panduan Pemilihan Nama Brand Bisnis

Tokoandalan.com ~ Bagi sebagian orang yang sudah menjadi pakar, untuk merancang identitas merek bisnis adalah proses yang menyenangkan dan mendatangkan imajinasi yang tinggi serta kreatifitas terbaik. Namun, tek read more