Indonesia Negara Besar dan Jadi Target Pasar Gurih, UKM Harus Siap Bersaing

Blog

TokoAndalan.com ~ Telah kita ketahui bersama bawa Republik Indonesia (RI), umumnya disebut Indonesia, adalah negara di Asia Tenggara yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauanterbesar di dunia. Dimana saat ini populasi Hampir penduduknya telah mencapai 270.054.853 juta jiwa terhitung pada tahun 2018 ini. Selain sebagai negera kepulauan terbesar di dunia, Indonesia juga dikenal sebagai negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, dengan lebih dari 230 juta jiwa.

Disamping itu, Indonesia juga dikenal sebagai salah satu suku terbanyak di Dunia, hal ini bisa kita dari jumlah penduduk yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Sehingga untuk menyatukan suku yang sangat beragam dan juga adat budaya serta agama itu Indonesia menggunakan semboyan, "Bhinneka tunggal ika" ("Berbeda-beda namun tetap satu"), berarti keberagaman yang membentuk negara. Secara lebih spesifik, suku bangsa Jawa adalah suku bangsa terbesar dengan populasi mencapai 41,7% dari seluruh penduduk Indonesia. Selain memiliki populasi padat dan wilayah yang luas, Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat keanekaragaman hayatiterbesar kedua di dunia.

Sejak dahulu kala memang Indonesia telah menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak abad ke-7, yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya di Palembang menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan Tiongkok dan India. Kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha telah tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang yang membawa agama Islam.  Hal ini terjadi karena memang Indonesia juga dikenal sebagai salah satu pemilik SDA (Sumber Daya Alam) yang sangat komplit di dunia ini. Akibat dari itu juga Indonesia pernah di jajah oleh Negara-negara lain tidak kurang dari 3.5 abat dengan tujuan untuk menguras hasil kekayaan alam Indonesia yang sangat melimpah itu.

Setelah kemederkaannya sekalipun dan kini telah berdaulat untuk menentukan kebijakan dalam negeri dan juga luar negeri secara penuh, Indonesia masih juga tergolong sebagai Negara besar yang jadi pasar gurih untuk berbagai pelaku industry. Fakta ini bisa kita dari industry diberbagai belahan dunia terus mencoba memasarkan produknya di Indonesia.

Misalnya saja, di Indonesia setiap tahun jumlah kendaraan selalu bertambah. Menurut Kepala Korps Polisi Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agung Budi Maryoto, populasi kendaraan yang ada di seluruh bagian Nusantara mencapai 124.348.224 unit. Data itu didapat dari pendaftaran registrasi kendaraan terhitung sampai Juli 2016. Setiap tahun dikatakan pertumbuhan kendaraan enam juta unit per tahun. Sebesar 10 – 15 persen kontribusinya datang dari mobil. Dapat dibayangkan dengan harga mobil yang diatas 100 juta setiap unitnya laku keras di pasaran Indonesia. Penjualan dari keseluruhan merek mobil ini diatas 1 juta unit setiap tahunnya. Bahka untuk kenderaan roda dua ini juga bisa tembus 10 juta unit dalam setia tahunnya.

Selain kenderaan, Industri telekomunikasi dan informatika (telematika) dalam negeri juga terus mengalami pertumbuhan signifikan setelah penerapan kebijakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk ponsel dan perangkat teknologi informasi 4G. Memang produk telematika memberikan ruang pasar yang luar biasa di Indonesia, ini terlihat dari penjualan smartphone hingga 60 juta unit per tahun. Oleh karenanya, Dengan jumlah penduduk terbesar di ASEAN, Indonesia menjadi pasar terbesar bagi perusahaan ponsel Dunia. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, jumlah pelanggan telekomunikasi seluler di Indonesia meningkat emapt kali lipat dari 63 juta menjadi 211 juta pelanggan.

Bahkan, diperkirakan jumlah telepon seluler yang beredar di Indonesia pada saat ini sebanyak 300 juta unit atau melebihi jumlah penduduk Indonesia yang sebesar 250 juta jiwa. Menurut catatan Kemenperin, nilai impor ponsel pada tahun 2016 sekitar USD773,8 juta dengan jumlah 18,4 juta unit ponsel. Sedangkan untuk jumlah produksi ponsel di dalam negeri sebesar 25 juta unit pada tahun 2016. Adapun merek ponsel yang mendominasi pasar di tanah air Indonesia ini adalah handphone merek Samsung yang diperkirakan telah beredar produk di Indonesia mencapai 82.5 juta unit, disusul oleh Iphone dengan perkiraan 44.3 juta unit telah tersebar di masyarakat Indonesia. Selanjutnya di duduki oleh hanphone merek Huawei, di susul di belakangnya oleh Oppo dan juga Vivo.

Sungguh benar-benar bahwa Indonesia adalah Negara besar yang hingga saat ini masih menjadi pasar gurih untuk pelaku industry. Perlu juga anda ketahui bahwa tahun ini, Total pengeluaran untuk belanja hanya buat kebutuhan produk sepatur keperluan Baby oleh masyarakat Indonesia mencapai hampir 90 Trilyun rupiah. Belanja buat keperluan baby ini meliputi pembelian produk makanan bayi, Investasi pendidikan, rekreasi, pakaian hingga biaya kesehatan untuk bayi itu sendiri. Sehingga memang tidak mengherankan bahwa disetiap harinya sangat banyak sekali iklan-iklan berseliweran di berbagai platform media televise, medsos, Koran surat kabar hingga pemasangan iklan di papan reklame.

Lantas bagaimana dengan pertumbuhan ecommerce dan pangsa pasarnya di Indonesia? Bila dilihat dari data yang terdapat pada tahun 2015 lalu alias dua tahun yang lalu pangsa pasar e-commerce Indonesia telah mencapai US$ 1,68 miliar. Namun, dilihat dari data yang besar itu, jika presentasikan dari perbelanjaan barang di Indonesia penyerapan yang didapatkan oleh pelaku ecommerce ini masih sekitar 1,2 persen dari penjualan ritel senilai US$ 145,83 miliar. Pasar e-commerce lokal tersebut jauh tertinggal dari Tiongkok yang telah mencapai 13,8 persen dari total penjualan ritelnya senilai US$ 2,12 triliun maupun Jepang yang mencapai 7,2 persen dari penjualan ritelnya sebesar US$ 960 miliar. Namun, unggul dibandingkan dengan Malaysia maupun Vietnam. Meski demikan, oleh banyak pakar memperkirakan akan mencapai US$ 46 miliar atau sekitar 8 persen dari penjualan ritel pada 2025. Pangsa pasar e-commerce domestik tersebut setara dengan 52 persen dari e-commerce enam negara Asia Tenggara (Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, Indonesia). Harapannya konveksi tas dengan situs layanan belanja TokoAndalan dapat terus merasakan gurihnya pasar ini.

Sayangnya, jumlah berbagai penjualan sector industry diatas tidak banyak dinikmati oleh para pelaku UKM ditanah air. Meskipun menurut Bank Indonesia (BI) menilai potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sangat besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, dengan kontribusi hingga Rp 850 triliun per tahun pada Produk Domestik Bruto (PDB). Namun oleh banyak pengamat mengatakan Kontribusi UMKM pada tahun 2018 ini kemungkinan besar sedikit menurun. Karena UMKM terutama sektor perdagangan dan industrinya lesu. Padahal sesungguhnya penyerapan tenaga kerja UMKM setidaknya mendominasi hampir 97 persen dari total tenaga kerja nasional. Jumlah UMKM telah mencapai 60 juta unit.

Hal ini tentunya adalah realita yang terjadi di masyarakat tanah air. Namun, menurutnya perkembangan UKM ditanah air diharapkan tidak sampai gulung tikar. Cukup dianggap sebagai motivasi sendiri buat UKM untuk terus berusaha berkibar dan membesar, karena harapan kita selaku UKM masih besar untuk kembali merasakan gurihnya pasar di tanah air Indonesia. Kita para pelaku UKM harus mencoba Inisiatif untuk memperluas jangkauan pasar di Indonesia. Misalnya saja dengan cara membangun website sebagai sarana jualan dari produk-produk kita, sehingga peluang untuk mendatangkan pelanggan dari berbagai masyarakat di Indonesia akan lebih besar.

Konveksi Tas pastinya telah melakukan hal ini. Dengan membangun ecommerce TokoAndalan sebagai saran untuk menjual produk-produk kami memang dirasa lebih efisien. Karena disadari atau tidak oleh para pelaku pengrajin tas atau berbagai pengrajin lainnya yang tersebar di tanah air, bahwa sarana untuk measarkan produk yang tepat dijaman ini adalah dengan menggunakan internet. Sehingga memang bukan hanya dari daerah disekitar kita saja yang datang untuk berbelanja produk kerajinan kita, melainkan dari berbagai daerah di Nusantara ini.

Memang, tidak semua jenis UKM yang lesu dalam pasarnya melainkan ada beberapa jenis UKM yang malah terus naik disetiap tahunnya. Adapun jenis UKM yang terus berkembang di setiap tahunnya adalah UKM yang bergerak di bidang penyediaan makanan. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, M Tjarda mengatakan pertumbuhannya UKM mamin atau kuliner meningkat pesat. Setiap tahun ada kenaikan sekitar 10 persen. Pertumbuhan ini karena diimbangi dengan permintaan pasar yang memang juga tinggi.

Berangkat dari data itu, tentunya kita masih sangat optimis untuk terus bertumbuh dan berkembang bersama UKM kita. Jadi, bagi anda pelaku Industri Tas, Konveksi Dompet, Pengrajin tas, pengrajin sepatu kulit, pengrajin bidang jaket kulit dan bahkan bagi anda sebagai pengrajin tas koper umroh percayalah kedepannya pasar Indonesia akan kembali kita nikmati dengan gurihnya. Memang dari kami sendiri rasa prihatin dengan perkembangan konveksi tas di Indonesia yang menjadi penyebab kami untuk bertahan dan membesar. Untuk saat ini memang cara terbaik bagi kita untuk tetap eksis adalah dengan bertahan saja, dengan mempertahan keberadaan kita, dengan bertahan ke esksisan UKM kita. Karena memang disadari untuk situasi saat ini memang sulit untuk mengembangkan sayap, melain mencoba mengembangkan potensi pendapannya dengan menggunakan Internet sebagai saran promosi kita.

Terakhir, bagi anda yang ingin membuka usaha bidang UKM, ide bagus yang bisa anda lakukan salah satunya adalah membuka usaha bidang konveksi tas seminar. Karena bidang usaha yang satu ini di prediksi tidak akan pernah berakhir seiring dengan perkembangan lembaga pendidikan di Indonesia dari tahun ketahun yang cukup memuaskan. Perlu anda ketahui bahwa memang umumnya para pelaku pendidikan itu membutuhkan souvenir tas sebagai wadah yang dapat diberikan bagi peserta-peserta yang akan atau sedang dalam mengikuti seminar, worksop dan diklat pelatihan. Bagi anda yang masih ragu membuka usaha bidang konveksi tas seminar ini karena belum tau pangsa pasarya, dapat juga bergabung ke konveksi-konveksi tas yang sudah lama di eksis di tanah air.

Hal ini sesuai dengan yang kami tulisankan di lain artikel baha sebaiknya pelaku usaha pemula tidak memproduksi sendiri bahan yang dijual melainkan bergabung dulu bersama orang sebagai reseller. Setelah anda mempunyai databse pelanggan yang tetap barulah anda memproduksi sendiri terkait barang-barang yang anda jual. Selamat mencoba dan semoga sukses usaha yang anda kembangkan dan pada akhirnya kita juga dapat menikmati pasar yang bagus di Indonesia ini.

 


;

Jangan sampai kelewatan tips & trick dan kabar promo dari kami

Branding Kit Sebagai Usaha untuk Mendatangkan Loyalitas Pelanggan


Tokoandalan.com ~ Sebelum kami membawa anda lebih jauh ke tentang tema bahasan pada artikel tentang branding kit sebagai usaha buat mendatangkan loyalitas pelanggan, kami akan menjelaskan apa itu bran read more

Bila Ada yang Bertanya Branding Dulu atau Marketing Dulu, Jawabannya?


TokoAndalan.com ~ Sebelum anda menuju pembahasan tentang pertanyaan diatas, kami ingin bertanya kepada anda. Pertanyaannya adalah apakah anda pernah mendengar kata Marketing, Selling dan Branding? Secara umu read more

Bagaimana Memiliki Fokus Setajam Pedang dalam Berbinis

Tokoandalan.com ~ Dalam setiap kesempatan, cukup banyak orang yang menanyakan bagaimana cara untuk menjadi seorang pribadi yang dapat focus terhadap satu urusan. Terlebih bisa focus untuk menjalankan bisnisnya h read more