Bisa Membuat Brand Secara Terstruktur. Ikuti Langkah ini !

Blog

TokoAndalan.com ~ Banyak pakar pemasaran mengatakan bahwa pertempuran merek itu sebenarnya bukan terjadi di pasar, tapi ada di benak konsumen, siapa yang berhasil memenangkan pertempuran di benak konsumen, merek itulah yang memiliki peluang terbesar untuk menjadi pemimpin pasar. Karena itu berbagai merek produk dari segala perusahaan berlomba-lomba meraih simpati agar lebih dikenal oleh konsumen. Brand image merupakan bagaimana konsumen mempersepsikan identitas suatu perusahaan. Dengan brand image kuat, tingkat penjualan produk dan keloyalitasan pelanggan pun dapat meningkat. Maka dari itu Shoba Industri selaku pelaku vendor tas seminar yang sudah mempunyai pengalaman hingga 3 tahun lebih ini terus mencoba membranding diri supaya tidak dikalahkan oleh jaman.

Saat ini telah kita ketahui bersama bahwa pasar global dipenuhi dengan berbagai macam produk. Melimpahnya produk-produk pelengkap atau pengganti menunjukkan bahwa bukan hanya produk itu semata yang menjadi faktor yang meyakinkan konsumen, tetapi juga pesan yang terikat pada produk tersebut. Konsumen tidak hanya melihat produk, tetapi juga brand yang membuat suatu produk berbeda dari yang lainnya. Brand membedakan perusahaan dari kompetitor-kompetitornya dengan menggunakan aset-aset unik yang berhubungan dengan perusahaan, sehingga memiliki brand yang kuat sangatlah penting.

Menggunakan brand image dan asosiasi merupakan cara yang digunakan untuk membangun brand. Brand image merupakan bagaimana konsumen mempersepsikan identitas suatu perusahaan. Brand yang kuat ditandai dengan dikenalnya suatu merek dalam masyarakat, asosiasi merek yang tinggi pada suatu produk, persepsi positif dari pasar dan kesetiaan konsumen terhadap merek yang tinggi. Brand image dilihat dari asosiasi yang dimiliki orang-orang terhadap suatu brand. Kekuatan brand bergantung pada tingkat kepositifan dan seberapa sering munculnya di benak konsumen. Penting bagi perusahaan untuk mengatur asosiasi macam apa yang dapat dibuat dari sinyal-sinyal yang mereka tunjukkan, sehingga sangat penting bagi perusahaan untuk memiliki identitas brand yang jelas. Dengan brand image kuat, tingkat penjualan produk pun dapat meningkat.

Memandang komunitas merek sebagai suatu strategi pemasaran adalah suatu kesalahan. Harusnya komunitas merek adalah sebagai strategi bisnis. Kenapa? Di pasar yang kompetitif seperti sekarang ini, dengan makin hingar bingarnya media, tugas membangun merek menjadi makin penting dan menantang dari sebelumnya. Memanfaatkan sebuah komunitas merek -- yang didefinisikan sebagai, "masyarakat yang terikat tidak berdasarkan geografis secara khusus, melainkan didasarkan pada hubungan sosial terstruktur di antara pengagum merek" menjadi pendekatan yang efektif untuk membangun dan memelihara hubungan konsumen-merek.

Perusahaan juga sudah tidak bisa mengklaim bahwa merek itu milik mereka sendiri, merek ketika sudah sampai di ranah publik maka itu sudah menjadi milik publik, eksistensi sebuah merek harus terasa kehadirannya di tengah publik dan dengan demikian konsumen dengan mudah menentukan apakah merek yang ada sekarang sesuai dengan karakter mereka atau tidak. Kontrol pemilik merek atau perusahaan terhadap merek mereka sekarang samakin mengecil.

Dasar pemikiran dalam brand valuation adalah bahwa merek merupakan salah satu aset sebuah perusahaan, dan seperti aset-aset lainnya harus digunakan secara produktif untuk menghasilkan penjualan. Lebih dari aset-aset yang lain, merek merupakan aset tak terlihat yang spesial karena dampak ekonomis yang dimilikinya. Merek yang kuat akan membangkitkan permintaan berkali-kali lipat dan memastikan pembelian kembali oleh konsumen di masa depan. Dengan kata lain, merek juga berkontribusi secara signifikan terhadap proses value creation perusahaan. Menurut studi Interbrand dan JP Morgan nilai dari merek ini bertanggung jawab atas sepertiga dari value total perusahaan. Secera umum membuat brand terstruktur bagi perusahaan itu terdiri dari dua tahan yang harus dipersiapkan, dan masing-masing tahapan ada hal-hal yang harus betul-betul kita perhatikan. Adapun dua tahapan yang dimaksud adalah:

1.     Kesiapan internal branding

Memiliki brand yang kuat biasanya telah terbentuk karena fondasi yang kuat pula. Fondasi brand merupakan internal perusahaan yang telah terbangun sejak awal proses penciptaan sebuah brand. Terdiri dari :

a.       Visi brand yang jelas, dengan nilai-nilai yang menjadi motto brand. Sebagaimana yang kami sampaikan sebelumnya bahwa, dewasa ini mendekati mustahil kita membangun brand perusahaan untuk semua. Maka dari itu, anda perlu menentukan visi dari brand anda cecara jelas. Misalnya saja ketika seseorang menyebut “Shoba Industri” maka sudah pasti itu adalah konveksi tas dan dompet. Lebih jauh lagi kita ambil contoh, tatkala ada yang menyebutkan TokoAndalan.com, maka yang terlintas dibenak orang adalah market placenya dari SHoba Collection tersebut. Maka dari itu, bagi anda yang ingin membangun brand juga harus demikian. Tentunya identitas dari merek anda untuk diperuntukkan ke siapa?

b.     Organisasi yang terstruktur dengan manajemen yang kuat. Memang membangun brand atau identitas sebuah perusahaan itu tidak ujug-ujug jadi bisa melekat di benak pikiran orang. Sekalipun mereka sudah memiliki produk yang anda perdagangpun belum tentu orang tersebut ingat mereknya anda.

c.       Sumber daya yang mencukupi di berbagai bidang. Sumber daya ini bisa meliputi dengan adanya tiem creative bidang video marketing, Iklan konvensional, bazar dan lain sebagainya.

d.     Proses produksi terjamin yang telah memiliki sistem kerja terpadu.

e.       Kegiatan distribusi yang tersebar dengan kegiatan pemasaran yang mencapai ke target yang diharapkan.

f.       Cashflow yang sehat dan lancer.

g.     Standarisasi produk, identitas, serta proses lainnya. Poin G ini adalah hal yang tidak bisa anda remehkan. Tatkala anda ingin membangun brand dari perusahaan anda artinya anda harus mempunyai standard kualitas produk sendiri. Karena standard dari kualitas produk anda itulah nantinya yang menjadi brand identas anda.

 

2.     Kesiapan external branding

Untuk dapat dikenal bahkan melekat dalam persepsi masyarakat, sebuah brand perlu berinteraksi terutama dengan target marketnya. Berbagai kegiatan interaksi tersebut dirancang untuk mencapai target perusahaan dan visi brand yang telah ditetapkan diawal. Kegiatannya dapat berupa :

a.       Perencanaan Brand Audit.

b.     Penentuan STP (Segmentasi, Target, Positioning) brand. Misall, tatkala anda mempunyai produk yang diperuntukkan kepada remaja, maka penentuan segementasi anda adalah remaja tersebut. Jadi anda tidak perlu memperkenalkan produk anda ke orang yang sudah tua. Karena bagi mereka itu tidak penting.

c.       Pembuatan Marketing Plan. Marketing plan bisa meliputi mengikuti bazar, pameran, bagi-bagi door prize dan bahkan memuat iklan di berbagai media periklanan.

d.     Kegiatan marketing dan promosi mengacu berdasarkan marketing planyang telah ditetapkan.

e.       Berbagai kegiatan Brand Awareness lainnya

Semua hal yang dijabarkan diatas memerlukan kerjasama dari brand stakeholder. Secara konsisten semua pihak saling berkomitmen menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di area kerja masing-masing. Karenanya, proses pembangunan brand bukanlah tugas mandiri, melainkan kerjasama tim dibalik nama besar brand. Komitmen seluruh pihak untuk melaksanakan kegiatan sesuai perencanaan yang telah ditetapkan, yang dilakukan secara terus – menerus, sesuai dengan target masing – masing pihak. Selalu mengevaluasi pencapaian pada masing – masing bagian, mencari solusi dari setiap permasalahan yang timbul, dan kembali melanjutkan program sesuai komitmen yang ditetapkan. Maka tujuan brand pasti tercapai.

Tidak sedikit perusahaan yang mulai kehilangan arah saat sudah mulai berkembang dan banyak prestasi yang telah dicapai. Di sinilah terkadang letak kegagalan perusahaan untuk memahami keberhasilannya sendiri, sedemikian saat melakukan ekspansi usaha, ternyata malah terjadi penurunan usaha. Keberhasilan suatu perusahaan dalam memasarkan produk bisa terjadi karena 2 skenario, yaitu karena pasar memang menyukai produk dan percaya terhadap kualitas layanan dan image branding perusahaan tersebut, atau yang kedua adalah karena perusahaan tersebut hanya bisa menjual produk dengan harga yang murah, sehingga konsumen memilihnya karena “terpaksa”.

Memang perusahaan harus bisa terus menyesuaikan diri seiring perubahan jaman, namun harus bisa tetap mempertahankan Brand DNA nya sendiri, sedemikian konsumen akan terus mengingat siapa jati diri kita. Saya berikan contoh bagaimana Toyota bisa mempertahankan Brand DNA nya. Jika kita semua tahu bahwa Toyota menjual produk otomotif yang kualitasnya bisa dikatakan konsisten dari jaman ke jaman, dan selalu ada varian/model baru setiap 1 – 2 tahun sekali, layanan purna penjualan yang ramah dan cepat, semuanya ini adalah Brand DNA atau janji pendiri yang diberikan ke customer sejak awal Toyota berdiri, dan sampai sekarang masih dilakukan oleh puluhan ribu karyawannya di seluruh dunia walaupun sang pendiri sudah lama tiada.

Perlu anda ketahui bahwa setidaknya ada 3 tahapan langkah agar perusahaan bisa kembali pada Brand DNA nya, yaitu tahap Discovery, tahap Re-Activation, dan tahap Evaluation.

1.     Disovery of Brand DNA

Kembali menemukan Brand DNA, adalah tugas pertama yang harus dilakukan oleh semua professional atau generasi penerus bisnis keluarga yang mulai menanyakan jati diri perusahaannya sendiri. Tanpa menjiwai Brand DNA perusahaan, maka setiap kita akan bekerja secara formalitas saja, tidak ada ‘greget’ nya dalam bekerja pagi – sore tiap harinya. Jika ada komplain dari customer atau omset mulai menurun karena persaingan usaha, maka dengan cepatnya kita akan ‘down’ kalau Brand DNA tidak benar-benar kita jiwai setiap harinya.

 

2.     Re-Activation of Brand DNA

Untuk mengembalikan ingatan konsumen akan Brand DNA perusahaan yang sudah mulai pudar dan dilupakan, setiap marketer bisa kembali mengaktivasi Brand DNA nya dengan cara komunikasi pemasaran terpadu, sedemikian semua segmen pelanggan dapat kembali dijangkau. Integrated Marketing Communication (IMC) adalah satu dari sekian proses yang tersedia guna membina hubungan dengan customer. Apa yang membedakan IMC dengan proses customer-centric lainnya adalah dasar dari proses tersebut adalah komunikasi, yang merupakan jantung dari semua hubungan, dan juga merupakan proses yang sirkuler.

Seperti yang sudah disebutkan diatas, konsep dasar dari IMC adalah komunikasi. Dengan komunikasi ini, IMC berusaha untuk memaksimalkan pesan positif dan meminimalkan pesan negatif dari suatu brand, dengan sasaran menciptakan dan menyokong Brand DNA. Untuk membangun hubungan jangka panjang, IMC juga digunakan untuk membangun dan memperkuat brand. Ujung-ujungnya adalah Brand equity yang semakin kuat dan menghasilkan keuntungan, serta meningkatkan nilai dari pemegang saham perusahaan tersebut.

 

3.     Evaluation of Brand DNA

Setiap perusahaan sangat perlu menilai kekuatan Brand DNA nya, karena terkait dengan kekuatan merek yang terletak dalam pikiran konsumen, sedemikian dapat mengubah respons konsumen terhadap aktivitas pemasaran yang dilakukan perusahaan. Sebuah pendekatan yang bisa digunakan untuk mengevaluasi Brand DNA perusahaan adalah dengan Brand Value Chain (Rantai Nilai Merek). Brand Value Chain merupakan pendekatan terstruktur untuk menilai sumber dan kekuatan Brand DNA, serta mengenal tahapan-tahapan dimana kegiatan pemasaran dapat memperkuat Brand DNA.

            Itulah sedikit pengetahuan tentang cara membuat brand terstruktur untuk anda semua. Sebagai penutup dan juga mungkin kesimpulan adalah, seberapa banyakpun ilmu pengetahuan yang kita peroleh itu tidak akan ada gunanya buat kita jikalau tidak mengamalkannya. Pengetahuan yang ada di otak yang kita dapatkan hari ini, esok harinya akan menguap hingga 90% jikalau memang pikiran kita tidak kesana. Maka dari itu, jika anda ingin mempraktekkan cara membangun brand ini seperti yang kami sebutkan diatas, silahkan anda rancang desain brand identity anda bersama tiem supaya merek dan perusahaan anda tidak dimakan oleh zaman.

 


;

Jangan sampai kelewatan tips & trick dan kabar promo dari kami

Bagaimana Memiliki Fokus Setajam Pedang dalam Berbinis

Tokoandalan.com ~ Dalam setiap kesempatan, cukup banyak orang yang menanyakan bagaimana cara untuk menjadi seorang pribadi yang dapat focus terhadap satu urusan. Terlebih bisa focus untuk menjalankan bisnisnya h read more

Apakah Facebook masih Menjadi Sarana yang baik Untuk Berdagang ?

TokoAndalan.com ~ Kami yakin, pastinya dari anda sudah mengetahui bahwa Facebook adalah sebuah layanan jejaring sosial yang berkantor pusat di Menlo Park, California, Amerika Serikat yang diluncurkan pada bulan read more

Panduan Pemilihan Nama Brand Bisnis

Tokoandalan.com ~ Bagi sebagian orang yang sudah menjadi pakar, untuk merancang identitas merek bisnis adalah proses yang menyenangkan dan mendatangkan imajinasi yang tinggi serta kreatifitas terbaik. Namun, tek read more