Hubungi kami 6281252251990

Senin - Sabtu 8WIB sampai 18WIB.

Panduan Pemilihan Nama Brand Bisnis

Blog

Tokoandalan.com ~ Bagi sebagian orang yang sudah menjadi pakar, untuk merancang identitas merek bisnis adalah proses yang menyenangkan dan mendatangkan imajinasi yang tinggi serta kreatifitas terbaik. Namun, tekanan untuk menciptakan desain yang mewakili nilai bisnis bagi golongan ini untuk menjadi daya tarik komersial masih dirasakan mereka seperti tekanan tinggi. Sebab, sebagaimana yang telah kita ketahui bersama bahwa sebuah perusahaan, umumnya yang bergerak di bidang produksi komoditas tentu memiliki sejumlah brand (merek) yang kemudian ikut menjadi citra perusahaan tersebut. Secara umum dapat di katakan bahwa brand menjadi sebuah aset yang sangat berharga bagi perusahaan yang kemudian dipakai di sejumlah produknya, demi tujuan memikat hati konsumen.

Brand dapat diartikan sebagai payung untuk merepresentasikan komoditas yang dihasilkan sebuah perusahaan. Karena itulah sebuah perusahaan wajib untuk menyediakan langkah-langkah strategis guna membangun sebuah brand. Langkah-langkah strategis pembangunan sebuah brand biasanya dirinci ke dalam brand management. Tapi sungguh disayangkan berapa banyak pemilik bisnis yang benar-benar melupakan ini saat mereka memulai sebuah proyek desain merek. Banyak yang akan langsung menyelaraskan ide desain, mengabaikan fakta bahwa merek mereka pasti akan ada di pasar yang kompetitif.

Berangkat dari pemaran diatas, maka dapat kita simpulkan bahwa betapa pentingnya pemilihan nama untuk menjadi brand (identitas usaha) yang sedang kita bangun. Untuk itu, kami dari Shoba Industri akan memaparkan kepada anda supaya mengetahui tentang panduan pemilihan nama brand yang bagus untuk sebuah bisnis yang sedang anda bangun. Berikut adalah step by step yang harus anda ketahui dan terapkan tatkala ingin membangun brand bisnis anda sedari dini :

1.     Sesuaikan Target Pasar Produk

Untuk yang sedang membangun bisnis dan berharap produk anda dikenal oleh public, maka diawal sebelum bisnis dibuka sebaiknya anda menentukan target produk bisnis yang akan anda garap. Hal ini bertujuan untuk membangun DNA brand untuk kalangan pasar yang akan anda bidik. Misalnya saja, apabila anda ingin membuka usaha dibidang produksi tas seminar, maka anda harusnya mempunyai brand DNA yang berkaitan dengan golongan yang mempunyai kepentingan untuk mengadakan seminar dan semacamnya. Begitu juga misalnya tatkala anda ingin membuka usaha bidang pabrik sepatu safety, maka anda sebaiknya mempunyai brand DNA yang berkaitan dengan orang-orang yang suka dan pengguna sepatu safaety. Jadi, intinya adalah anda harus bisa menyeesuaikan nama brand anda terhadap pasar yang anda bidik. Cari tau siapa mereka dan apa yang mereka sukai.

2.     Terasosiasi oleh Differensiasi untuk Brand

Maksudnya adalah, saat usaha anda disebutkan namanya di kalangan orang banyak, orang-orang tersebut sudah langsung ‘paham’ tentang perbedaan dan sesuatu yang spesial dari produk anda. Contohnya, ketika orang lain ada yang menyebut dengan ‘Shoba Collection’ atau ‘Shoba Industri’ maka yang ada dipikiran orang adalah konveksi tas yang dapat melayani pembuatan tas seminar dan juga berbagai macam tas yang systemnya custome. Begitu juga misalnya tatkala ada orang yang mengatakan dengan kata Tokoandalan, maka orang udah paham bahwa itu adalah salah satu start up bidang ecommerce yang sedang berkembang pesat di Indonesia. Sesungguhnya ini juga tujuan dari adanya brand tersebut, yaitu sebagai identitas perusahaan anda dibenak para konsumen. Konon katanya bahwa apabila kita sudah mempunyai brand indentitas perusahaan kita yang sudah mendunia, akan sangat banyak pundi-pundi rupiah yang akan kita dapatkan. Karena pastinya bakalan banyak orang-orang yang tertarik untuk memakai brand anda dan berbagabung dibawah manajemen brand anda tersebut. Dan dari situlah anda mendapatkan pundi-pundi rupiah yang tidak terhingga itu.

3.     Usahakan hindari Singkatan Konsonan

Hal yang tidak kalah penting juga tatkala anda ingin membangun sebuah brand identitas dalam usaha yang sedang anda bangun adalah untuk menghidari singkatan konsonan. Apalagi singkatan kata tersebut menyulitkan orang untuk melafalkannya atau bahkan singkatan kata tersebut sudah ada yang lebih dulu populer di benak masyarakat target pasar anda tersebut. Misalnya saja, saat anda ingin membuka usaha dan menggunakan merek usaha Konveksi Tas Seminar disingkat dengan KTS. Maka al ini bisa menyulitkan anda untuk membangun brand identitasnya. Menurut kami, malah akan lebih anda bangun merek yang kita misalkan anda akan membangun usaha bidang konveksi sepatu kulit dan membangun merek identitas usahanya sebagai Shoba Industri.

4.     Kenali Topik Anda

Poin selanjutnya tatkala ingin membangun brand merek sebagai identitas usaha anda adalah wajib bagi anda untuk mengenali topik usaha yang akan anda bangun. Anda telah melihat persaingan dan membedah bagaimana mereka mendekati desain merek mereka sendiri. Sekarang Anda perlu ilmu pengetahuan ini yang disimpan dalam benak anda yang bertujuan pembuatan merek Anda. Disini anda harus di tuntut untuk mengetahui bagaimana Anda bisa memastikan bahwa merek Anda sesuai dengan sektor pasar yang tepat, dan dalam beberapa hal terlihat relevan terhadap merek pesaing, tetapi juga pastikan merek Anda tidak hanya unik namun juga lebih unggul dari pesaing. Ketika anda sudah mengetahui topik bidang usaha apa yang anda buka, maka pastinya akan semakin mudah mengidentifikasi tingkat persaingan yang ada. Selain anda juga bisa membandingkan brand-brand yang sudah terkenal dari produk yang bakalan anda garap bidang kategori itu.

Perlu anda ketahui sekalipun sudah mengetahui merek-merek brand yang sudah terkenal belum tentu anda bisa meniru mereka hingga pada akhirnya menjadi terkenal. Sebab, perbandingannya adalah bayangkan menatap lukisan Van Gogh selama berjam-jam, dan kemudian disuruh melukis sesuatu seperti itu tapi berbeda dan bahkan lebih baik lagi. Bukan hal yang mudah kan? Jadi, setelah Anda memasukkan daftar riset merek pesaing Anda bersama-sama, Anda bisa memasukkan ini ke satu sisi untuk saat ini. Jangan khawatir - Anda tidak akan melupakan seperti apa merek pesaing sekarang yang telah Anda habiskan waktu untuk menelitinya. Yang penting adalah Anda merasa berada dalam posisi untuk menciptakan desain merek yang terasa segar dan unik. Sebuah desain yang mereferensikan posisi Anda melawan merek pesaing ini tanpa menyalinnya. Inilah sejatinya tujuan dari melihat-lihat merek pesaing tersebut.

Anda perlu fokus pada USP (Unique Selling Point). Apa yang membuat penawaran bisnis Anda sama sekali berbeda dengan pesaing Anda? Katakanlah Anda merancang sebuah merek untuk konveksi dompet kulit. Anda telah mencari pengrajin lokal dan melihat apa yang mereka tawarkan. Anda tidak akan memulai bisnis tanpa mengetahui bahwa Anda dapat memanfaatkan pasar dengan cara yang berbeda dengan orang lain. Mungkin Anda menawarkan Dompet Kulit yang unik atau layanan pembuatan dompet kulit wanita yang desainnya dari calon pembeli anda. Ini adalah USP Anda dan ini perlu dirujuk dalam desain merek Anda.

5.     Bagaimana Mempertahankan Identitas dan Kepribadian sebuah Brand Anda

Setelah kepribadian dan identitas sebuah brand  bisnis anda didapat, hal berikutnya yang harus dilakukan adalah mempertahankannya. Citra sebuah brand dari sebuah bisnis anda bisa menurun kualitasnya, dan inilah yang harus diantisipasi oleh perusahaan. Bila terdapat kegagalan layanan yang terkait dengan brand tertentu, sebuah perusahaan harus segera mengadakan program perbaikan layanan. Perbaikan layanan dengan segera dapat menjaga konsumen supaya tidak lari, berpaling kepada brand lain. Setelah selesai perbaikannya, anda juga di haruskan merebranding kebali merek usaha anda tersebut.

Sebab sejatinya Brand harus dibangun, dan bangunannya harus dijaga dari waktu ke waktu karena citra sebuah brand bisa hancur seketika bahkan hanya dalam satu malam. Ada semacam peristiwa ledakan yang mampu meruntuhkan bangunan citra sebuah brand dari produk tertentu dan menghabisinya hingga ke akarnya, oleh karena itu penting bagi sebuah perusahaan untuk menjaga citra brand dari produk yang dikelolanya.

6.     Logo Design

Tahapan yang terakhir yang perlu anda lakukan sebagai panduan pemilihan nama brand bisnis adalah Mendesain sebuah logo yang mencirikan sebagai perusahaan anda tersebut. Anda harus mencoba mengusahakan tatkala konsumen berhubungan dengan merek untuk pertama kalinya, hal visual pertama yang mungkin mereka hadapi adalah logo merek. Apa hal pertama yang Anda lihat di tanda toko? Yup, logo. Apa yang terpampang di sisi cangkir kopi pagi Anda? Anda bisa menebaknya. Kecuali Anda menghadapi produk tanpa melihatnya - katakanlah misalnya Anda mencoba produk yang telah dibeli teman tanpa mengetahui mereknya terlebih dahulu - hampir tidak mungkin untuk berinteraksi dengan produk tanpa terlebih dahulu melihat logo perusahaan yang memproduksinya.

Maka dari itu, bagi kebanyakan merek, logo mereka merupakan interpretasi yang dipadatkan dari segala hal yang menjadi tujuan merek. Anda bisa menafsirkan banyak informasi tentang bisnis dari logo mereka sendiri. Mereka mungkin memilih font serif agar terlihat lebih formal atau mewah, sedangkan font script mungkin membuat merek terasa lebih santai dan berorientasi pada kerajinan. Psikologi warna mungkin juga digunakan - oranye terasa optimis dan bernilai baik, biru menenangkan dan teknologi. Menggunakan warna metalik seperti emas atau tembaga bisa membuat faktor kemewahan dan membuat brand terasa lebih aspiratif.

Caranya adalah pilihlah beberapa ide yang memiliki penekanan simbolis (lebih berbasis gambar) dan lainnya yang bermain-main dengan tipe gaya nama bisnis. Jangan memikirkan satu ide terlalu lama; beberapa menit untuk masing-masing akan cukup. Anotasikan setiap ide dengan catatan teks singkat untuk mengingatkan diri Anda nanti tentang gagasan yang Anda miliki tentang warna, gaya, atau cara yang mungkin untuk memperbaiki konsep ini.

Misalnya saja anda ingin membuka usaha bidang gym dan menjatuhkan pilihan awal warna emas membuat logo gym ini terasa mewah, mungkin akan mengirimkan pesan yang salah jika USP gym Anda menawarkan biaya bergabung yang murah kepada pelanggan. Dalam hal ini, warna biru yang lebih menenangkan dan efisien akan menjadi pilihan yang lebih baik. Anda juga harus mempertimbangkan efek asosiasi warna jangka panjang dengan merek dan produk tertentu. Misalnya, warna paket kripik di Inggris hampir selalu meniru warna merek yang sudah mapan dari perusahaan Walker. Pengodean warna ini begitu kuat berakar dengan pelanggan sehingga terlihat bahwa mengubah warna kemasan makanan dapat mengubah bagaimana konsumen merasakan cita rasa produk.

Itulah sedikit pengetahuan yang bisa anda terapkan tatkala ingin membangun sebuah brand merek usaha anda. Semoga anda dapat menerapkannya dan sukses untuk bisnis yang anda buka !


;

Jangan sampai kelewatan tips & trick dan kabar promo dari kami

Bagaimana Memiliki Fokus Setajam Pedang dalam Berbinis

Tokoandalan.com ~ Dalam setiap kesempatan, cukup banyak orang yang menanyakan bagaimana cara untuk menjadi seorang pribadi yang dapat focus terhadap satu urusan. Terlebih bisa focus untuk menjalankan bisnisnya h read more

Apakah Facebook masih Menjadi Sarana yang baik Untuk Berdagang ?

TokoAndalan.com ~ Kami yakin, pastinya dari anda sudah mengetahui bahwa Facebook adalah sebuah layanan jejaring sosial yang berkantor pusat di Menlo Park, California, Amerika Serikat yang diluncurkan pada bulan read more

Panduan Pemilihan Nama Brand Bisnis

Tokoandalan.com ~ Bagi sebagian orang yang sudah menjadi pakar, untuk merancang identitas merek bisnis adalah proses yang menyenangkan dan mendatangkan imajinasi yang tinggi serta kreatifitas terbaik. Namun, tek read more